Hidup Adalah Sengsara

Hidup adalah sengsara, kata seorang teman. Segala sesuatu yang enak pasti tidak baik. Sebaliknya, yang nggak enak itu bagus buat kita. Makan... enak, tapi nggak bagus bagi manusia. Karena makanan, orang jadi menderita kolesterol, kanker, usus buntu, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Tidur enak, tapi efeknya orang jadi malas-malasan dan nggak produktif. Mengonsumsi narkoba... hmm... enak (kata mereka), tapi efeknya merusak tubuh dan menghancurkan masa depan.

Lantas yang bagus buat manusia apa? Ya, yang nggak enak. Kerja... nggak enak, bikin capek, menguras pikiran dan tenaga, tapi bagus bagi manusia. Karena bekerja, misalnya menyapu ruangan, ruangan jadi bersih. Karena bekerja, kebutuhan hidup bisa terpenuhi. Sekolah, nggak enak. Membosankan, siswa dituntut belajar terus dan harus dapat nilai tinggi agar lulus. Tapi efeknya bagus. Kita menjadi cerdas dan kaya akan ilmu pengetahuan. Nge-gym nggak enak, bikin badan sakit-sakitan. Pada mulanya sih iya, namun bagus bagi tubuh. Tubuh jadi sehat dan badan jadi kayak Ade Rai (masa sih).

Hidup adalah sengsara. Kalau tidak ingin merasakan sengsara, nggak usah hidup. Itu kata temanku beberapa waktu yang lalu. Statement dia tidak sepenuhnya benar, namun bukan berarti salah. Masa iya makan dan tidur nggak baik bagi manusia? Manusia pasti butuh makan dan tidur untuk tetap hidup. Maksudnya mungkin kalau berlebihan menjadi kurang bagus.

Manusia membuat dirinya sendiri menderita atau karena perangai dari manusia lainnya?


Yang nggak enak baik bagi manusia. Yang ini saya sedikit setuju. Kita coba ambil benang positifnya. Contoh, ketika kita melakukan sesuatu yang kita anggap "membunuh" diri kita, seperti diberi tugas yang banyak, seakan-akan semua kerjaan di dunia ini hanya kita sendiri yang harus menyelesaikan, nggak enak kan? Kalau iya, take it and keep doing it. Anggap saja kita sedang menambah ilmu dan mengasah skill yang kita miliki. Percayalah, semuanya itu ada manfaatnya bagi kita.

Kalau kata orang bijak, hidup adalah perjuangan. Dalam Islam, "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Alam Nasyroh:6). Hadapilah masa sulitmu, karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang. Pasti ada kemudahan yang akan diberikan Allah SWT untukmu. Bersabarlah jika sedang diuji karena kita tidak akan pernah tahu skenario apa yang telah Allah SWT persiapkan untuk kita. Tetap optimistis dan pantang menyerah, tidak mudah berputus asa, dan tetap berikan yang terbaik. 

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menggurui. Hanya berbagi kebaikan, karena untuk belajar agama tidak harus selalu kepada seorang ustad. Belajar bisa dari siapa saja. Tulisan ini sebagai pengingat bagi kita semua, terutama diri saya sendiri. Karena hidup di dunia adalah nikmat dan sengsara. Yang enak itu adalah di surga nanti, Semoga kita semua masuk surga. Aamiin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Panjang Menembus Lapangan Banteng

Bahagia Versi Saya

Jangan Dicekik.. Jangan Dicekik....