Bahagia Versi Saya
Sebelum saya mulai
bercerita, saya ingin bertanya: Sudah bahagiakah Anda hari ini?
Saya senang Anda menjawab “Ya”.
Saya hanya ingin memastikan bahwa Anda sedang merasa bahagia atau berada dalam
suasana hati yang baik ketika membaca tulisan ini. Tapi apabila Anda sedang tidak
merasa bahagia, ya tidak apa-apa, barangkali tulisan ini bisa membantu membuat
Anda merasa bahagia. Tapi kalau Anda tidak kunjung bahagia, mohon jangan
salahkan saya, ya? Karena saya tidak bisa membahagiakan semua orang, kan?
Sebenarnya bahagia itu apa
sih? Bagaimana caranya agar kita selalu bahagia? Wah.. saya tidak bisa
menjelaskan hal ini karena definisi bahagia dan cara masing-masing orang merasa
bahagia itu barangkali tidak sama. Saat ini saya hanya ingin bercerita tentang
bahagia versi saya.
Saya setuju dengan keyakinan
bahwa bahagia adalah pilihan. Ketika manusia dihadapkan pada persoalan
kehidupan dengan segala kerumitannya, sebagian mungkin tetap bisa tersenyum dan
bahagia akan tetapi yang lain merasa menderita dan menganggap hidup ini tidak
adil. Tapi yang jelas, kehidupan manusia punya masa pasang surutnya masing-masing. Ada kalanya penuh kemudahan dan kebahagiaan, ada kalanya dilanda kesulitan dan kesedihan. Pilihannya kembali lagi kepada Anda masing-masing. Tetap bahagia atau larut dalam kesedihan?
![]() |
| Change The Way You Look At Things And The Things You Look At Change - Wayne Dyer |
Bahagia muncul dari dalam
hati dan pikiran manusia. Perbanyaklah bersyukur, maka Anda akan bahagia. Saya sering
mendengar kata-kata seperti ini. Di samping itu, ada yang memperoleh kebahagian dari hal-hal di luar
dirinya sendiri, misal uang, pangkat, jabatan, mobil, dan-lain lain. Sebagian orang
mungkin mencari-cari kebahagian dengan pamer sesuatu yang baru dimilikinya
dengan harga fantastis agar seluruh dunia tahu dan berharap memperoleh
pengakuan, pujian, dan dicap berduit sehingga baru akan bisa merasakan kebahagiaan seutuhnya setelah mendapatkan pengakuan tersebut. Padahal belum tentu orang
lain peduli dan terserah orang lain mau punya apa :D. Kalau ada yang pamer begitu
di depan saya, barangkali saya cuma diam saja atau sanjung seperlunya bahkan agak
berlebihan sedikit, karena saya juga ingin membantu membuat orang lain merasa bahagia.
Bicara soal pamer untuk
meraih kebahagiaan, kalo saya balik “show off” juga mungkin bisa terkaget-kaget,
lho. Terkaget-kaget karena memang saya tidak punya apa-apa XD
Sekali lagi, kita tidak
boleh menghakimi pilihan yang diambil oleh orang lain dalam mendapatkan
kebahagiaan. Setiap orang memliliki kriteria tersendiri untuk membuatnya
bahagia atau merasakan kebahagiaan seutuhnya. Hal-hal tertentu yang bagi
sebagian orang bisa mendatangkan kebahagiaan, belum tentu dirasakan sama bagi orang
lainnya.
Kalau Anda berkata bahwa Anda
orang yang pintar dan baik mungkin belum bisa diyakini 100 % benar, karena yang
menilai itu bukan Anda tapi banyak orang. Tapi kalau Anda berkata Anda bahagia
maka saya yakini itu 100 % benar, karena yang bisa merasakan kebahagiaan
tersebut sebenarnya hanyalah Anda sendiri.
Saya jadi lupa kalau ingin
menceritakan bahagia versi saya. Bagi saya, bisa meluangkan waktu untuk membaca,
traveling ke tempat yang saya suka, dan mengolah raga secara rutin sudah cukup
untuk membuat saya bahagia. Apalagi apabila melakukan aktivitas tersebut didampingi
orang-orang yang dicinta. Oh ya, satu lagi yang tak kalah penting bisa rajin ibadah
rutin dan sunah, tentu bahagia saya sempurna. Dunia dan akhirat bisa seimbang. Ya
kan, ya kan?
Saya tidak tahu jarum jam
saat ini sudah berada di angka berapa, yang pasti jam di HP saya sudah
menunjukkan angka 11:15. Saya mulai mengantuk. Hari ini cukup sampai di sini
dulu.
Terakhir saya ingin
berpesan. Lakukanlah hal-hal yang membuat Anda merasa bahagia asal tidak
bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral serta tidak mengganggu
kenyamanan orang lain.
Jangan lupa bahagia!


Komentar
Posting Komentar