Jalan Panjang Menembus Lapangan Banteng
Kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman mengikuti seleksi tes
Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Kementerian Keuangan
Tahun Anggaran 2014. Berikut tahapan-tahapan yang saya lalui:
1. Seleksi
Administrasi Online
Pada saat itu saya melakukan
registrasi online mulai tanggal 25 Agustus 2014. Disarankan untuk selalu aktif memantau
informasi pembukaan penerimaan CPNS dan baca dengan baik jadwal registrasi
online, berkas yang mesti dipersiapkan, dan lain-lain. Pada tahun 2014,
diwajibkan melakukan registrasi online di http://panselnas.menpan.go.id
atau website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(KemenPAN-RB). Setelah itu, kita akan mendapatkan nomor registrasi yang akan digunakan
untuk melakukan registrasi online berikutnya, yaitu di http://rekrutmen.kemenkeu.go.id
atau website Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Ingat, baca petunjuk pengisian dengan seksama dan
isi data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kesalahan pada saat pengisian data
dapat mengakibatkan Anda tidak akan lulus seleksi administrasi online. Jadi, tak
ada salahnya untuk mengecek kebenaran data berulang kali sebelum disimpan dan
dikirim. Pada saat melakukan registrasi online, Anda akan diminta untuk memilih
tiga Unit Eselon I Kementerian Keuangan yang Anda minati dan sesuaikan dengan background pendidikan masing-masing. Untuk
informasi mengenai Unit Eselon I Kemenkeu dapat dilihat di sini.
![]() |
| Gedung Djuanda I dan II Kemenkeu RI |
Baca pengumuman rekrutmen dengan baik dan pastikan
bahwa Anda memenuhi seluruh persyaratan pendaftaran yang telah ditetapkan oleh
Panitia Rekrutmen. Untuk pelamar dengan latar pendidikan sarjana, usia 18-28
tahun dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 dari skala 4. Selain
itu, Anda diwajibkan mengunggah (upload)
berkas file hasil scan ijazah dan
transkrip. Ingat, file tersebut harus
berjenis PDF file dan berukuran tidak
lebih daru 300 kB (kilobyte). Jadi, bagi yang belum memilikinya disarankan
untuk meng-scan ijazah dan transkrip atau berkas-berkas lain yang sekiranya
akan dibutuhkan dalam proses rekrutmen di instansi mana pun, seperti Kartu
Tanda Penduduk (KTP), sertifikat keahlian yang dimiliki, TOEFL, dan lain
sebagainya. Bagaimana caranya mengubah file ke PDF dan mengecilkan ukuran file
PDF tersebut? Jangan khawatir, bagi yang belum punya, di internet saat ini
sudah banyak tersedia berbagai macam cara/aplikasi yang dapat dipelajari dengan
mudah. Yang penting, saran saya adalah persiapkan segala sesuatunya sedini
mungkin dan kirim data sesegera mungkin. Jika sudah yakin akan kebenaran dan
kelengkapan berkas, jangan tunggu sampai hari-hari terakhir registrasi. Kirim
segera. Karena apa? Karena registrasi online memiliki batas waktu yang telah
ditentukan. Kebanyakan calon pelamar cenderung mendaftar di hari-hari terakhir,
sehingga website banyak yang mengakses, dan server dapat saja tidak berkinerja
dengan optimal. Dampaknya apa? Jika sudah lewat dari tanggal dan jam yang telah
ditentukan sementara berkas belum berhasil di-upload, Anda tidak dapat
melangkah ke tahapan seleksi selanjutnya. FYI,
jumlah pelamar yang melakukan registrasi online pada saat seleksi CPNS
Kemenkeu 2014 hampir menembus 150 ribu orang.
2. Pengambilan
Tanda Peserta Ujian (TPU)
Kurang lebih sekitar tiga minggu, Pengumuman Hasil
Seleksi Administrasi Online dan Jadwal Pengambilan Tanda Peserta Ujian (TPU)
akan ditampilkan pada portal Kementerian Keuangan www.kemenkeu.go.id
atau http://rekrutmen.kemenkeu.go.id.
Ingat, pengumuman setiap tahapan tes hanya ditayangkan secara online. Bertempat
di Kampus STAN (sekarang PKN STAN) Bintaro, Tangerang Selatan, jadwal saya
mengambil TPU adalah pada pertengahan September 2014. Untuk lebih banyak
menggali informasi tentang proses rekrutmen kemenkeu secara up to date, disarankan untuk sering memantau thread kaskus “All About Rekrutmen Kemenkeu” di http://kaskus.co.id.
Kalau saya tahun kemarin lumayan sering mengikuti thread kaskus “All About
Rekrutmen Kemenkeu 2014” dari awal registrasi online hingga pada saat
pengumuman kelulusan dan pemberkasan fisik. Di sana kita bisa memperoleh
informasi perkembangan tahapan tes dengan lebih cepat dan mudah, field
report (FR) dari sesama pelamar yang sudah berada di lokasi dan mengikuti
tahapan seleksi, tips dan trik yang diberikan oleh teman-teman kaskuser yang
dapat digunakan dalam menjalani tes yang diujikan, dan lain sebagainya. Mungkin
ke depannya akan ada lanjutann thread
kaskus “All About Rekrutmen Kemenkeu 2015, 2016, 2017, 2018, dan seterusnya”.
Baca Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Online
dan Jadwal Pengambilan TPU dengan baik. Anda diwajibkan membawa ASLI ijazah, ASLI
transkrip, ASLI KTP/SIM yang masih berlaku, pas foto berwarna terbaru ukuran
4x6 sebanyak dua lembar, serta Tanda Bukti Pendaftaran/Registrasi. Pastikan
bahwa Anda datang sesuai pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Jika
belum tahu dan dirasa perlu, cek lokasi pada hari sebelumnya. Ingat, pengambilan
TPU tidak dapat diwakilkan dan datanglah tepat waktu pada tiap tahapan tes.
Panitia rekrutmen tidak akan memberi toleransi bagi pelamar yang datang
terlambat atau datang tidak pada sesi yang telah dibagikan. Konsekuensinya apa?
Anda gagal untuk lanjut ke tahapan tes selanjutnya.
Mengenai pakaian, tidak harus hitam putih dan
berdasi. Kenakanlah pakaian yang rapi dan sopan. Bagi pria, disarankan memakai
kemeja (lengan pendek atau panjang), calana bahan, dan bersepatu pantofel.
3. Tes
Kompetensi Dasar (TKD)
Saya mengikuti TKD pada awal Oktober 2014. Ada tiga
sub tes yang diujikan, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum
(TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ingat, kelulusan pelamar ditentukan
oleh kemampuan/kompetensi pelamar masing-masing. Jadi, untuk TWK dan TIU, kunci
utamanya adalah belajar. Walaupun Anda sudah pernah dan sering mengikuti
TIU/Tes Potensi Akademik (TPA) di berbagai instansi, bukan berarti Anda dapat
menganggap enteng soal yang akan diujikan. Anda disarankan harus kembali sering
mengulang apa yang telah dipelajari untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Gali
dan pelajarilah kisi-kisi TWK dan TIU yang dapat Anda peroleh dari berbagai
sumber hingga pelaksanaan TKD tiba.
Sebelum tes dimulai, panitia rekrutmen akan memberikan
beberapa arahan. Pada saat panitia sudah mengizinkan untuk mulai mengerjakan
soal, disarankan Anda login sesegara mungkin. Informasi yang berkembang dari
berbagai sumber menyebutkan bahwa siapa yang segera login pada saat tes maka
akan mendapatkan soal-soal yang tidak terlalu sulit. Sebaliknya, bagi yang
login belakangan akan mendapatkan soal yang sulit. Percaya tidak percaya, entah
benar apa tidak, pada waktu itu saya login secepat mungkin, dan mendapatkan
soal-soal yang tidak terlalu aneh. Soal yang akan dikerjakan oleh masing-masing
peserta tidak akan sama. Berdasarkan informasi yang ada, soal tes disediakan
dari bank soal KemenPAN-RB dan diacak by
system untuk dikerjakan oleh masing-masing peserta.
Jumlah soal TKD sebanyak 100 buah yang terdiri dari
TWK 30 soal, TIU 35 soal, dan TKP 35 soal. Waktu pengerjaannya selama 90
menit. Saran saya, kerjakanlah soal yang dianggap mudah terlebih dahulu dan
jangan terlalu lama terpaku pada satu soal yang sulit. Tinggalkan saja soal
yang diragukan dan lanjut ke soal berikutnya.
![]() |
| Passing Grade TKD Tahun 2014 |
Kalau saya waktu itu mengerjakan TKP terlebih
dahulu. Ingat, tidak ada jawaban BENAR atau SALAH dalam TKP ini. Sesuaikan saja
dengan kepribadian kita masing-masing dan disarankan pilihlah jawaban yang kita
anggap paling baik. Berbeda dengan TWK dan TIU, pada penilaian TKP tidak
berlaku jika satu soal salah = 0 dan jika benar = 5. Pada TKP, keseluruhan
pilihan jawaban memiliki poin yang berkisar antara 1 s.d 5. Tentunya pilihan
jawaban tersebut hendaknya disesuaikan kembali dengan jawaban yang kita anggap
paling baik.
4. Psikotes
Tes ini akan berlangsung dari pagi hingga sore. Pastikan
Anda membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengerjakan psikotes. Baik
pena, pensil, karet penghapus, peraut pensil, pas foto, maupun TPU yang wajib
dibawa pada tiap pelaksanaan tes. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Anda
tidak ingin kan aspek psikologis Anda terganggu pada saat psikotes hanya karena
lupa membawa pensil? Persiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah kesehatan.
Jaga selalu kesehatan tubuh Anda. Kondisi tubuh yang sehat dan prima sangat membantu
anda dalam mengerjakan psikotest dengan baik. Istirahat yang cukup, jangan
bergadang sebelum hari H.
Ada yang beranggapan kalau menghadapi psikotes tidak
perlu belajar karena soalnya sederhana dan jawabannya tinggal disesuaikan dengan
pribadi kita masing-masing, namun menurut saya kurang tepat Bagaimana mungkin
saya bisa mengerjakan berbagai soal psikotes dengan lancar kalau saya tidak mempelajarinya
terlebih dahulu?
Pada saat psikotes, soal yang diberikan antara lain
adalah sebagai berikut.
·
Tes Kecepatan Berpikir
Soal hitung menghitung
sederhana yang harus dikerjakan dengan cepat.
·
Tes Sinonim dan Antonim
Mencari persamaan dan
lawan kata.
·
Tes Menyatukan Gambar
Pada soal (kolom
sebelah kiri) terdapat tiga buah gambar yang dapat disatukan dan Anda pilih
pilihan jawaban (kolom sebelah kanan) yang merupakan hasil dari menyatukan
ketiga gambar tersebut.
·
Tes Mencari Persamaan Gambar
Pada soal (kolom
sebelah kiri) ada pola-pola tertentu, tugas Anda adalah mencari pola-pola
(kolom sebelah kanan) yang sejenis dengan pola di sebelah kiri.
·
Tes Mencari Persamaan Huruf
Ada empat pasang huruf
besar dan kecil, carilah berapa jumlah huruf yang sama. Misalkan pada soal: Ff Gg
Hi Jj, maka jawabannya adalah 3 (tiga) karena ada tiga pasang huruf yang sama.
·
Tes Perbandingan
Misalkan: Dina lebih
tinggi daripada Eka. Eka lebih pendek daripada Fani. Siapa yang terpendek?
·
Tes Pauli
Sering juga disebut
dengan tes koran, karena lembar pengerjaannya hampir sebesar koran. Tes ini
terdiri dari susunan angka dan Anda diminta untuk menjumlahkan angka yang
berdekatan dari atas ke bawah. Setiap dua atau tiga menit sekali panitia akan
berkata “garis” dan Anda harus menggaris di bawah penjumlahan angka sebelumnya
dan melanjutkan penjumlahan kembali.
Usahakan jumlah angka
yang Anda jumlahkan benar dan stabil di tiap kolom. Hasilnya akan lebih baik
dibandingkan Anda memaksakan diri di awal tes namun menurun di pertengahan dan
akhir tes. Tidak harus menambah kertas, yang penting hasilnya benar dan stabil.
Namun jika bisa menambah kertas dan benar juga stabil tentu lebih baik. Penilaian
dari tes ini adalah sikap terhadap tekanan, ketahanan, kemampuan daya
penyesuaian diri, ketelitian,
konsistensi sekaligus kecepatan Anda dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
·
Tes Kepribadian Diri
Anda diminta untuk
menuliskan lima kekuatan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan Anda, kesuksesan
dan pengalaman mengecewakan (kegagalan) yang Anda alami selama dua tahun
terakhir. Selain itu, Anda juga diminta untuk memilih tiga dari 20 nilai yang
menjadi alasan Anda mengapa ingin masuk Kemenkeu. Nilai-nilai tersebut antara
lain adalah: bekerja di bawah tekanan, kompetitif, prestasi, rasa aman,
pengelolaan diri, pengembangan diri, keseimbangan hidup dan karier, dan
integritas.
·
Tes Menentukan Sikap Atas Suatu
Pernyataan
Anda akan diberi
pernyataan dan pilihlah jawaban yang terbaik menurut Anda, mulai dari benar,
agak benar, ragu-ragu, agak salah, dan
salah. Ingat, usahakan konsisten dalam menjawab.
·
Tes Wartegg
Terdapat delapan buah
garis/titik yang belum utuh di dalam kotak. Anda diminta untuk melanjutkan menjadi
sebuah gambar lalu menuliskan nama gambarnya, gambar mana yang paling mudah dan
paling sulit, serta gambar mana yang disukai dan tidak disukai.
·
Tes Menggambar Orang
Yang dinilai bukan bagus
atau tidaknya gambar yang dibuat, yang penting simetris, anggota tubuh
lengkap, dan aktivitasnya jelas. Setelah digambar, biasanya diminta menuliskan
siapa orang tersebut, apa kelemahan dan kekurangannya.
·
Tes Menggambar Pohon
Tidak boleh menggambar
pohon kelapa dan pisang. Tapi gambarlah pohon dikotil seperti mangga dan
rambutan. Gambarlah dengan lengkap dan jelas mulai dari daun, tulang daunnya,
akar, buah, ranting, dan batangnya. Setelah digambar, biasanya diminta menuliskan
nama pohon tersebut.
Untuk
dapat lebih memahami berbagai tes di atas, galilah informasi dari berbagai
sumber yang ada, termasuk tips dan trik dalam mengerjakan psikotes tersebut.
Saran Saya, sering-seringlah berlatih mengerjakan berbagai soal psikotes dan
usahakan apa yang Anda pelajari itu jugalah yang akan Anda buat pada saat tes. Persiapkan
gambar untuk tes wartegg, pohon, orang, serta lima kelebihan dan kekurangan
Anda sedini mungkin agar anda tidak bingung mau membuat apa pada saat tes
nanti. Ingat, yang sering menang itu bukanlah yang hebat, tapi yang terlatih.
Selain
itu, usahakan sarapan pagi sebelum psikotes, bawa bekal dan air minum. Kunci
utama sukses melalui psikotes ini adalah konsentrasi dan rileks.
5. Tes
Kesehatan dan Kebugaran (TKK)
Ketika Anda telah melaksanakan psikotes, mulai
sekarang sebaiknya Anda semakin menjaga kesehatan dan mulailah latihan berlari.
Jangan tunggu sampai keluarnya pengumuman lulus tahap psikotes. Manfaatkanlah
waktu tunggu untuk mempersiapkan diri menghadapi Tes Kesehatan dan Kebugaran
(TKK). Jaga pola makan, usahakan mengurangi makan makanan yang pedas, bersantan,
minum es, istirahat yang cukup, dua atau tiga hari sekali berlarilah. Semua itu
Anda lakukan agar hasil TKK nanti tidak mengecewakan. Toh nanti seandainya
tidak lulus psikotes pun, paling tidak tubuh Anda sehat dengan berolahraga.
Tapi jangan sekali-sekali Anda berpikir akan gagal, Anda pasti bisa.
Pada saat tes kebugaran, Anda akan tes lari 12 menit
dan shuttle run (lari membentuk angka
delapan). Saya sendiri latihan lari di jogging
track stadion sepak bola Pahoman Bandar Lampung yang memiliki panjang
lintasan 400 meter. Untuk pria, usahakan berlari sepanjang 2400 m atau 2,4 km
dalam waktu 12 menit. Karena jarang berlari, pada awal latihan saya agak merasa
berat mencapai angka ini, di samping nafas yang belum terlalu terbiasa, paha
pegal dan keras karena berlatih. Namun yakinlah segala sesuatunya hanya terasa
sulit di awal. Dengan latihan yang maksimal Anda pasti bisa melakukannya.
Pada tes kesehatan, Anda akan dites menyebutkan
huruf dari jarak ± 5 meter, mengukur massa dan tinggi badan, dicek tekanan
darah, gigi dan mulut, dan tes buta warna. Selanjutnya, dokter pemeriksa akan
memberikan surat keterangan apakah Anda sehat, kurang sehat, atau tidak sehat
kepada panitia rekrutmen. Ada yang mengatakan kalau tes kesehatan ini hanya
formalitas, sebagai salah satu syarat untuk menentukan apakah Anda layak untuk
mengikuti tes kebugaran atau tidak. Namun, apapun itu, tetaplah tunjukkan yang
terbaik dari diri Anda, karena setiap tahapan tes tentunya dapat mempengaruhi
kelulusan Anda hingga tahap akhir.
Saran saya, istirahatlah dengan maksimal sebelum TKK.
Tidurlah lebih awal. Bagi yang datang dari luar kota, usahakan sehari
sebelumnya sudah berada di kota lokasi tes agar Anda dapat beristirahat dengan
maksimal dan siap tempur untuk esok hari. Di samping itu, pada saat pengecekan
tekanan darah, usahakan tetap rileks agar hasil tensinya normal. Kuasai diri
dengan baik. Kebanyakan yang memiliki hasil tensi tinggi adalah peserta yang
dalam keadaan tegang dan baru tiba di lokasi tes setelah menempuh perjalanan
cukup jauh atau kena macet. Ada peserta yang gugur gara-gara ini? Ada.
Usahakan datang lebih awal ke lokasi tes agar Anda
dapat mengisi daftar hadir lebih dahulu dan mengikuti tes kebugaran tahap
pertama. Jika jadwal TKK dimulai pukul tujuh, datanglah pukul enam. Karena apa?
Karena jika Anda datang sesuai waktu yang telah ditentukan, maka dapat
dipastikan bahwa sudah banyak peserta tes yang sudah mengantre dan Anda akan
lari pukul delapan atau sembilan dengan kondisi cuaca yang sudah mulai memanas.
Menurut saya, lari saat matahari masih malu-malu menampakkan wajahnya tidak
terlalu membuat letih jika dibandingkan dengan lari pada saat cuaca panas.
Setelah tes kesehatan, tak lama kemudian Anda akan
mengikuti tes kebugaran, yaitu lari 12 menit dilanjutkan dengan shuttle run (lari membentuk angka
delapan). Anda akan digabung dengan peserta lain dalam satu kelompok yang
terdiri dari 10 orang. Masing-masing peserta akan mengenakan rompi yang
bernomor. Tiap melewati satu putaran Anda harus meneriakkan warna rompi serta
nomor yang tertera di rompi Anda agar panitia mendengar dan mencatat sudah
berapa putarankah Anda berlari. Disarankan jangan pernah berhenti berlari.
Ketika Anda sudah memulai, selesaikanlah dengan sebaik-baiknya. Pantang pulang
sebelum tumbang. Berlarilah sekuat tenaga Anda, karena Anda sudah memasuki tes
tahap akhir. Standar yang beredar bagi pria, usahakan berlari minimal 2.400 m,
sedangkan wanita minimal 2.000 m. Namun jika tidak tercapai, pria cukup mencapai
1.800 m dan wanita usahakan mencapai 1.600 m. Kalau lebih tentu lebih bagus. Panitia
tentu memiliki penilaian tersendiri terhadap Anda. Walaupun tidak mencapai
target, peserta yang penuh semangat, pantang menyerah, dan terus berlari sekuat
tenaga hingga pluit tanda berakhirnya waktu dibunyikan tentu memiliki nilai
tambah di mata panitia rekrutmen.
Ingat,
jangan melakukan hal-hal konyol pada tahap ini. Jangan berlari sebelum aba-aba
diberikan, dan jangan berlari terus ketika pluit tanda berakhirnya lari sudah
dibunyikan. Tindakan konyol Anda tentu akan dicatat oleh panitia dan
dikhawatirkan mengurangi penilaian Anda.
Istirahat selama 10 menit setelah letih berlari,
Anda akan langsung mengikuti shuttle run sebanyak
tiga kali putaran. Sekali lagi, tunjukkanlah yang terbaik yang Anda miliki. Ini
adalah tes terakhir. Lampaui diri Anda. Berlarilah secepat-cepatnya, tapi ingat
jangan sampai terjatuh. Setahu saya, standar waktu untuk tahap ini adalah 19,9
detik dengan jarak 10 meter.
6. Wawancara
Sekali lagi, ingatlah bahwa TKK dan wawancara
merupakan satu kesatuan tes yang tidak terpisahkan dalam tahap akhir proses
rekrutmen CPNS Kemenkeu. Berikanlah yang terbaik yang Anda miliki dan selangkah
lagi Anda bisa menembus Lapangan Banteng. Pelajari kemungkinan pertanyaan yang
akan diberikan oleh pewawancara kemudian berlatihlah untuk menjawabnya dengan
baik. Pada saat itu, saya wawancara di Gedung Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu RI di
Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Lagi lagi saya ingatkan, datanglah ke lokasi tes
tepat pada waktunya, kalau perlu lebih awal. Jangan datang terlambat. Adakah yang
gugur karena datang terlambat padahal sudah tes tahap akhir? Ada. Banyakkah?
Masih banyak. Ada yang karena macet di jalan, kesasar dan tidak tahu dimana
lokasi tes, bahkan karena hal sepele gara-gara pergi ke toilet terlebih dahulu,
padahal sudah berada di lokasi tes dan terlambat beberapa menit saja. Namun
sayang, pintu sudah ditutup. Panitia rekrutmen tidak akan memberikan toleransi
dalam bentuk apapun walaupun cuma terlambat satu menit.
Di dalam ruangan, panitia akan melakukan verifikasi
KTP dan TPU serta memberikan dua lembar formulir yang masing-masingnya harus
Anda isi dengan kesuksesan dan kegagalan yang pernah dialami selama dua tahun
terakhir. Saran saya, diisi sesuai dengan apa yang pernah Anda tulis pada saat
psikotes saja. Ini merupakan salah satu bahan yang akan digali lebih dalam oleh
pewawancara pada saat wawancara nanti. Adapun kesuksesan dan kegagalan tersebut
memuat: judul, tanggal dan waktu kejadian, rincian kejadian, yang Anda pikirkan/rasakan
pada saat itu, dan hasil.
Sepengetahuan saya, bagi yang fresh graduate juga akan banyak ditanya mengenai aktivitas di
kampus, sedangkan yang sudah memiliki pengalaman bekerja akan ditanya seputar
pekerjaan masing-masing. Selain itu adalah pertanyaan pada umumnya, di
antaranya tentang motivasi diri, prestasi yang pernah diraih, kepemimpinan,
kesuksesan dan kegagalan, cara mengatasi konflik, dan lain-lain.
Saran saya, kuasai diri dengan baik, tetap rileks
dan berikan senyuman ramah, jangan lupakan kontak mata dan gesture ketika diwawancarai. Di akhir wawancara, Anda akan
disodorkan sebuah blanko pernyataan siap ditempatkan di seluruh Indonesia,
ditandatangani dan diberi meterai. Proses wawancara berlangsung sekitar 45
menit.
Sampai di sini, selesai sudah tahapan tes Kemenkeu
dan Anda tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Anda telah berusaha pada tiap
tahapan tes, jangan lupa untuk selalu memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, minta
doa orang tua, banyak berbuat baik dan bersedekahlah. Apapun hasil yang akan
keluar nanti, terimalah dengan ikhlas. Bagi yang lulus, selamat bergabung
bersama membangun bangsa dan semoga sukses menjadi abdi negara yang baik. Bagi
yang tidak lulus, jangan berkecil hati, masih ada kesempatan di lain waktu,
atau ada yang lebih baik di luar sana, karena rezeki bisa datang dari mana
saja. Ingat, sukses itu ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Good Luck!


Komentar
Posting Komentar