Jalan Panjang Menembus Lapangan Banteng

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman mengikuti seleksi tes Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2014. Berikut tahapan-tahapan yang saya lalui:
1.     Seleksi Administrasi Online
          Pada saat itu saya melakukan registrasi online mulai tanggal 25 Agustus 2014. Disarankan untuk selalu aktif memantau informasi pembukaan penerimaan CPNS dan baca dengan baik jadwal registrasi online, berkas yang mesti dipersiapkan, dan lain-lain. Pada tahun 2014, diwajibkan melakukan registrasi online di http://panselnas.menpan.go.id atau website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Setelah itu, kita akan mendapatkan nomor registrasi yang akan digunakan untuk melakukan registrasi online berikutnya, yaitu di http://rekrutmen.kemenkeu.go.id atau website Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Ingat, baca petunjuk pengisian dengan seksama dan isi data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kesalahan pada saat pengisian data dapat mengakibatkan Anda tidak akan lulus seleksi administrasi online. Jadi, tak ada salahnya untuk mengecek kebenaran data berulang kali sebelum disimpan dan dikirim. Pada saat melakukan registrasi online, Anda akan diminta untuk memilih tiga Unit Eselon I Kementerian Keuangan yang Anda minati dan sesuaikan dengan background pendidikan masing-masing. Untuk informasi mengenai Unit Eselon I Kemenkeu dapat dilihat di sini.
foto: dok. Sekjen Kemenkeu RI
Gedung Djuanda I dan II Kemenkeu RI
Baca pengumuman rekrutmen dengan baik dan pastikan bahwa Anda memenuhi seluruh persyaratan pendaftaran yang telah ditetapkan oleh Panitia Rekrutmen. Untuk pelamar dengan latar pendidikan sarjana, usia 18-28 tahun dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 dari skala 4. Selain itu, Anda diwajibkan mengunggah (upload) berkas file hasil scan ijazah dan transkrip. Ingat, file tersebut harus berjenis PDF file dan berukuran tidak lebih daru 300 kB (kilobyte). Jadi, bagi yang belum memilikinya disarankan untuk meng-scan ijazah dan transkrip atau berkas-berkas lain yang sekiranya akan dibutuhkan dalam proses rekrutmen di instansi mana pun, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), sertifikat keahlian yang dimiliki, TOEFL, dan lain sebagainya. Bagaimana caranya mengubah file ke PDF dan mengecilkan ukuran file PDF tersebut? Jangan khawatir, bagi yang belum punya, di internet saat ini sudah banyak tersedia berbagai macam cara/aplikasi yang dapat dipelajari dengan mudah. Yang penting, saran saya adalah persiapkan segala sesuatunya sedini mungkin dan kirim data sesegera mungkin. Jika sudah yakin akan kebenaran dan kelengkapan berkas, jangan tunggu sampai hari-hari terakhir registrasi. Kirim segera. Karena apa? Karena registrasi online memiliki batas waktu yang telah ditentukan. Kebanyakan calon pelamar cenderung mendaftar di hari-hari terakhir, sehingga website banyak yang mengakses, dan server dapat saja tidak berkinerja dengan optimal. Dampaknya apa? Jika sudah lewat dari tanggal dan jam yang telah ditentukan sementara berkas belum berhasil di-upload, Anda tidak dapat melangkah ke tahapan seleksi selanjutnya. FYI, jumlah pelamar yang melakukan registrasi online pada saat seleksi CPNS Kemenkeu 2014 hampir menembus 150 ribu orang.

2.     Pengambilan Tanda Peserta Ujian (TPU)
Kurang lebih sekitar tiga minggu, Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Online dan Jadwal Pengambilan Tanda Peserta Ujian (TPU) akan ditampilkan pada portal Kementerian Keuangan www.kemenkeu.go.id atau http://rekrutmen.kemenkeu.go.id. Ingat, pengumuman setiap tahapan tes hanya ditayangkan secara online. Bertempat di Kampus STAN (sekarang PKN STAN) Bintaro, Tangerang Selatan, jadwal saya mengambil TPU adalah pada pertengahan September 2014. Untuk lebih banyak menggali informasi tentang proses rekrutmen kemenkeu secara up to date, disarankan untuk  sering memantau thread kaskus “All About Rekrutmen Kemenkeu” di http://kaskus.co.id. Kalau saya tahun kemarin lumayan sering mengikuti thread kaskus “All About Rekrutmen Kemenkeu 2014” dari awal registrasi online hingga pada saat pengumuman kelulusan dan pemberkasan fisik. Di sana kita bisa memperoleh informasi perkembangan tahapan tes dengan lebih cepat dan mudah,  field report (FR) dari sesama pelamar yang sudah berada di lokasi dan mengikuti tahapan seleksi, tips dan trik yang diberikan oleh teman-teman kaskuser yang dapat digunakan dalam menjalani tes yang diujikan, dan lain sebagainya. Mungkin ke depannya akan ada lanjutann thread kaskus “All About Rekrutmen Kemenkeu 2015, 2016, 2017, 2018, dan seterusnya”.
Baca Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Online dan Jadwal Pengambilan TPU dengan baik. Anda diwajibkan membawa ASLI ijazah, ASLI transkrip, ASLI KTP/SIM yang masih berlaku, pas foto berwarna terbaru ukuran 4x6 sebanyak dua lembar, serta Tanda Bukti Pendaftaran/Registrasi. Pastikan bahwa Anda datang sesuai pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Jika belum tahu dan dirasa perlu, cek lokasi pada hari sebelumnya. Ingat, pengambilan TPU tidak dapat diwakilkan dan datanglah tepat waktu pada tiap tahapan tes. Panitia rekrutmen tidak akan memberi toleransi bagi pelamar yang datang terlambat atau datang tidak pada sesi yang telah dibagikan. Konsekuensinya apa? Anda gagal untuk lanjut ke tahapan tes selanjutnya.
Mengenai pakaian, tidak harus hitam putih dan berdasi. Kenakanlah pakaian yang rapi dan sopan. Bagi pria, disarankan memakai kemeja (lengan pendek atau panjang), calana bahan, dan bersepatu pantofel.

3.     Tes Kompetensi Dasar (TKD)
Saya mengikuti TKD pada awal Oktober 2014. Ada tiga sub tes yang diujikan, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ingat, kelulusan pelamar ditentukan oleh kemampuan/kompetensi pelamar masing-masing. Jadi, untuk TWK dan TIU, kunci utamanya adalah belajar. Walaupun Anda sudah pernah dan sering mengikuti TIU/Tes Potensi Akademik (TPA) di berbagai instansi, bukan berarti Anda dapat menganggap enteng soal yang akan diujikan. Anda disarankan harus kembali sering mengulang apa yang telah dipelajari untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Gali dan pelajarilah kisi-kisi TWK dan TIU yang dapat Anda peroleh dari berbagai sumber hingga pelaksanaan TKD tiba.
Sebelum tes dimulai, panitia rekrutmen akan memberikan beberapa arahan. Pada saat panitia sudah mengizinkan untuk mulai mengerjakan soal, disarankan Anda login sesegara mungkin. Informasi yang berkembang dari berbagai sumber menyebutkan bahwa siapa yang segera login pada saat tes maka akan mendapatkan soal-soal yang tidak terlalu sulit. Sebaliknya, bagi yang login belakangan akan mendapatkan soal yang sulit. Percaya tidak percaya, entah benar apa tidak, pada waktu itu saya login secepat mungkin, dan mendapatkan soal-soal yang tidak terlalu aneh. Soal yang akan dikerjakan oleh masing-masing peserta tidak akan sama. Berdasarkan informasi yang ada, soal tes disediakan dari bank soal KemenPAN-RB dan diacak by system untuk dikerjakan oleh masing-masing peserta.
Jumlah soal TKD sebanyak 100 buah yang terdiri dari TWK 30 soal, TIU 35 soal, dan TKP 35 soal. Waktu pengerjaannya selama 90 menit. Saran saya, kerjakanlah soal yang dianggap mudah terlebih dahulu dan jangan terlalu lama terpaku pada satu soal yang sulit. Tinggalkan saja soal yang diragukan dan lanjut ke soal berikutnya.
Passing Grade TKD Tahun 2014
Kalau saya waktu itu mengerjakan TKP terlebih dahulu. Ingat, tidak ada jawaban BENAR atau SALAH dalam TKP ini. Sesuaikan saja dengan kepribadian kita masing-masing dan disarankan pilihlah jawaban yang kita anggap paling baik. Berbeda dengan TWK dan TIU, pada penilaian TKP tidak berlaku jika satu soal salah = 0 dan jika benar = 5. Pada TKP, keseluruhan pilihan jawaban memiliki poin yang berkisar antara 1 s.d 5. Tentunya pilihan jawaban tersebut hendaknya disesuaikan kembali dengan jawaban yang kita anggap paling baik.

4.     Psikotes
Tes ini akan berlangsung dari pagi hingga sore. Pastikan Anda membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengerjakan psikotes. Baik pena, pensil, karet penghapus, peraut pensil, pas foto, maupun TPU yang wajib dibawa pada tiap pelaksanaan tes. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Anda tidak ingin kan aspek psikologis Anda terganggu pada saat psikotes hanya karena lupa membawa pensil? Persiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah kesehatan. Jaga selalu kesehatan tubuh Anda. Kondisi tubuh yang sehat dan prima sangat membantu anda dalam mengerjakan psikotest dengan baik. Istirahat yang cukup, jangan bergadang sebelum hari H.
Ada yang beranggapan kalau menghadapi psikotes tidak perlu belajar karena soalnya sederhana dan jawabannya tinggal disesuaikan dengan pribadi kita masing-masing, namun menurut saya kurang tepat Bagaimana mungkin saya bisa mengerjakan berbagai soal psikotes dengan lancar kalau saya tidak mempelajarinya terlebih dahulu?
Pada saat psikotes, soal yang diberikan antara lain adalah sebagai berikut.
·        Tes Kecepatan Berpikir
Soal hitung menghitung sederhana yang harus dikerjakan dengan cepat.
·        Tes Sinonim dan Antonim
Mencari persamaan dan lawan kata.
·        Tes Menyatukan Gambar
Pada soal (kolom sebelah kiri) terdapat tiga buah gambar yang dapat disatukan dan Anda pilih pilihan jawaban (kolom sebelah kanan) yang merupakan hasil dari menyatukan ketiga gambar tersebut.
·        Tes Mencari Persamaan Gambar
Pada soal (kolom sebelah kiri) ada pola-pola tertentu, tugas Anda adalah mencari pola-pola (kolom sebelah kanan) yang sejenis dengan pola di sebelah kiri.
·        Tes Mencari Persamaan Huruf
Ada empat pasang huruf besar dan kecil, carilah berapa jumlah huruf yang sama. Misalkan pada soal: Ff Gg Hi Jj, maka jawabannya adalah 3 (tiga) karena ada tiga pasang huruf yang sama.
·        Tes Perbandingan
Misalkan: Dina lebih tinggi daripada Eka. Eka lebih pendek daripada Fani. Siapa yang terpendek?
·        Tes Pauli
Sering juga disebut dengan tes koran, karena lembar pengerjaannya hampir sebesar koran. Tes ini terdiri dari susunan angka dan Anda diminta untuk menjumlahkan angka yang berdekatan dari atas ke bawah. Setiap dua atau tiga menit sekali panitia akan berkata “garis” dan Anda harus menggaris di bawah penjumlahan angka sebelumnya dan melanjutkan penjumlahan kembali.
Usahakan jumlah angka yang Anda jumlahkan benar dan stabil di tiap kolom. Hasilnya akan lebih baik dibandingkan Anda memaksakan diri di awal tes namun menurun di pertengahan dan akhir tes. Tidak harus menambah kertas, yang penting hasilnya benar dan stabil. Namun jika bisa menambah kertas dan benar juga stabil tentu lebih baik. Penilaian dari tes ini adalah sikap terhadap tekanan, ketahanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian, konsistensi sekaligus kecepatan Anda dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
·        Tes Kepribadian Diri
Anda diminta untuk menuliskan lima kekuatan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan Anda, kesuksesan dan pengalaman mengecewakan (kegagalan) yang Anda alami selama dua tahun terakhir. Selain itu, Anda juga diminta untuk memilih tiga dari 20 nilai yang menjadi alasan Anda mengapa ingin masuk Kemenkeu. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah: bekerja di bawah tekanan, kompetitif, prestasi, rasa aman, pengelolaan diri, pengembangan diri, keseimbangan hidup dan karier, dan integritas.
·        Tes Menentukan Sikap Atas Suatu Pernyataan
Anda akan diberi pernyataan dan pilihlah jawaban yang terbaik menurut Anda, mulai dari benar, agak benar, ragu-ragu, agak salah, dan salah. Ingat, usahakan konsisten dalam menjawab.
·        Tes Wartegg
Terdapat delapan buah garis/titik yang belum utuh di dalam kotak. Anda diminta untuk melanjutkan menjadi sebuah gambar lalu menuliskan nama gambarnya, gambar mana yang paling mudah dan paling sulit, serta gambar mana yang disukai dan tidak disukai.
·        Tes Menggambar Orang
Yang dinilai bukan bagus atau tidaknya gambar yang dibuat, yang penting simetris, anggota tubuh lengkap, dan aktivitasnya jelas. Setelah digambar, biasanya diminta menuliskan siapa orang tersebut, apa kelemahan dan kekurangannya.
·        Tes Menggambar Pohon
Tidak boleh menggambar pohon kelapa dan pisang. Tapi gambarlah pohon dikotil seperti mangga dan rambutan. Gambarlah dengan lengkap dan jelas mulai dari daun, tulang daunnya, akar, buah, ranting, dan batangnya. Setelah digambar, biasanya diminta menuliskan nama pohon tersebut.
Untuk dapat lebih memahami berbagai tes di atas, galilah informasi dari berbagai sumber yang ada, termasuk tips dan trik dalam mengerjakan psikotes tersebut. Saran Saya, sering-seringlah berlatih mengerjakan berbagai soal psikotes dan usahakan apa yang Anda pelajari itu jugalah yang akan Anda buat pada saat tes. Persiapkan gambar untuk tes wartegg, pohon, orang, serta lima kelebihan dan kekurangan Anda sedini mungkin agar anda tidak bingung mau membuat apa pada saat tes nanti. Ingat, yang sering menang itu bukanlah yang hebat, tapi yang terlatih.
Selain itu, usahakan sarapan pagi sebelum psikotes, bawa bekal dan air minum. Kunci utama sukses melalui psikotes ini adalah konsentrasi dan rileks.

5.     Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK)
Ketika Anda telah melaksanakan psikotes, mulai sekarang sebaiknya Anda semakin menjaga kesehatan dan mulailah latihan berlari. Jangan tunggu sampai keluarnya pengumuman lulus tahap psikotes. Manfaatkanlah waktu tunggu untuk mempersiapkan diri menghadapi Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK). Jaga pola makan, usahakan mengurangi makan makanan yang pedas, bersantan, minum es, istirahat yang cukup, dua atau tiga hari sekali berlarilah. Semua itu Anda lakukan agar hasil TKK nanti tidak mengecewakan. Toh nanti seandainya tidak lulus psikotes pun, paling tidak tubuh Anda sehat dengan berolahraga. Tapi jangan sekali-sekali Anda berpikir akan gagal, Anda pasti bisa.
Pada saat tes kebugaran, Anda akan tes lari 12 menit dan shuttle run (lari membentuk angka delapan). Saya sendiri latihan lari di jogging track stadion sepak bola Pahoman Bandar Lampung yang memiliki panjang lintasan 400 meter. Untuk pria, usahakan berlari sepanjang 2400 m atau 2,4 km dalam waktu 12 menit. Karena jarang berlari, pada awal latihan saya agak merasa berat mencapai angka ini, di samping nafas yang belum terlalu terbiasa, paha pegal dan keras karena berlatih. Namun yakinlah segala sesuatunya hanya terasa sulit di awal. Dengan latihan yang maksimal Anda pasti bisa melakukannya.
Pada tes kesehatan, Anda akan dites menyebutkan huruf dari jarak ± 5 meter, mengukur massa dan tinggi badan, dicek tekanan darah, gigi dan mulut, dan tes buta warna. Selanjutnya, dokter pemeriksa akan memberikan surat keterangan apakah Anda sehat, kurang sehat, atau tidak sehat kepada panitia rekrutmen. Ada yang mengatakan kalau tes kesehatan ini hanya formalitas, sebagai salah satu syarat untuk menentukan apakah Anda layak untuk mengikuti tes kebugaran atau tidak. Namun, apapun itu, tetaplah tunjukkan yang terbaik dari diri Anda, karena setiap tahapan tes tentunya dapat mempengaruhi kelulusan Anda hingga tahap akhir.
Saran saya, istirahatlah dengan maksimal sebelum TKK. Tidurlah lebih awal. Bagi yang datang dari luar kota, usahakan sehari sebelumnya sudah berada di kota lokasi tes agar Anda dapat beristirahat dengan maksimal dan siap tempur untuk esok hari. Di samping itu, pada saat pengecekan tekanan darah, usahakan tetap rileks agar hasil tensinya normal. Kuasai diri dengan baik. Kebanyakan yang memiliki hasil tensi tinggi adalah peserta yang dalam keadaan tegang dan baru tiba di lokasi tes setelah menempuh perjalanan cukup jauh atau kena macet. Ada peserta yang gugur gara-gara ini? Ada.
Usahakan datang lebih awal ke lokasi tes agar Anda dapat mengisi daftar hadir lebih dahulu dan mengikuti tes kebugaran tahap pertama. Jika jadwal TKK dimulai pukul tujuh, datanglah pukul enam. Karena apa? Karena jika Anda datang sesuai waktu yang telah ditentukan, maka dapat dipastikan bahwa sudah banyak peserta tes yang sudah mengantre dan Anda akan lari pukul delapan atau sembilan dengan kondisi cuaca yang sudah mulai memanas. Menurut saya, lari saat matahari masih malu-malu menampakkan wajahnya tidak terlalu membuat letih jika dibandingkan dengan lari pada saat cuaca panas.
Setelah tes kesehatan, tak lama kemudian Anda akan mengikuti tes kebugaran, yaitu lari 12 menit dilanjutkan dengan shuttle run (lari membentuk angka delapan). Anda akan digabung dengan peserta lain dalam satu kelompok yang terdiri dari 10 orang. Masing-masing peserta akan mengenakan rompi yang bernomor. Tiap melewati satu putaran Anda harus meneriakkan warna rompi serta nomor yang tertera di rompi Anda agar panitia mendengar dan mencatat sudah berapa putarankah Anda berlari. Disarankan jangan pernah berhenti berlari. Ketika Anda sudah memulai, selesaikanlah dengan sebaik-baiknya. Pantang pulang sebelum tumbang. Berlarilah sekuat tenaga Anda, karena Anda sudah memasuki tes tahap akhir. Standar yang beredar bagi pria, usahakan berlari minimal 2.400 m, sedangkan wanita minimal 2.000 m. Namun jika tidak tercapai, pria cukup mencapai 1.800 m dan wanita usahakan mencapai 1.600 m. Kalau lebih tentu lebih bagus. Panitia tentu memiliki penilaian tersendiri terhadap Anda. Walaupun tidak mencapai target, peserta yang penuh semangat, pantang menyerah, dan terus berlari sekuat tenaga hingga pluit tanda berakhirnya waktu dibunyikan tentu memiliki nilai tambah di mata panitia rekrutmen.
Ingat, jangan melakukan hal-hal konyol pada tahap ini. Jangan berlari sebelum aba-aba diberikan, dan jangan berlari terus ketika pluit tanda berakhirnya lari sudah dibunyikan. Tindakan konyol Anda tentu akan dicatat oleh panitia dan dikhawatirkan mengurangi penilaian Anda.
Istirahat selama 10 menit setelah letih berlari, Anda akan langsung mengikuti shuttle run sebanyak tiga kali putaran. Sekali lagi, tunjukkanlah yang terbaik yang Anda miliki. Ini adalah tes terakhir. Lampaui diri Anda. Berlarilah secepat-cepatnya, tapi ingat jangan sampai terjatuh. Setahu saya, standar waktu untuk tahap ini adalah 19,9 detik dengan jarak 10 meter.
6.     Wawancara
Sekali lagi, ingatlah bahwa TKK dan wawancara merupakan satu kesatuan tes yang tidak terpisahkan dalam tahap akhir proses rekrutmen CPNS Kemenkeu. Berikanlah yang terbaik yang Anda miliki dan selangkah lagi Anda bisa menembus Lapangan Banteng. Pelajari kemungkinan pertanyaan yang akan diberikan oleh pewawancara kemudian berlatihlah untuk menjawabnya dengan baik. Pada saat itu, saya wawancara di Gedung Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Lagi lagi saya ingatkan, datanglah ke lokasi tes tepat pada waktunya, kalau perlu lebih awal. Jangan datang terlambat. Adakah yang gugur karena datang terlambat padahal sudah tes tahap akhir? Ada. Banyakkah? Masih banyak. Ada yang karena macet di jalan, kesasar dan tidak tahu dimana lokasi tes, bahkan karena hal sepele gara-gara pergi ke toilet terlebih dahulu, padahal sudah berada di lokasi tes dan terlambat beberapa menit saja. Namun sayang, pintu sudah ditutup. Panitia rekrutmen tidak akan memberikan toleransi dalam bentuk apapun walaupun cuma terlambat satu menit.
Di dalam ruangan, panitia akan melakukan verifikasi KTP dan TPU serta memberikan dua lembar formulir yang masing-masingnya harus Anda isi dengan kesuksesan dan kegagalan yang pernah dialami selama dua tahun terakhir. Saran saya, diisi sesuai dengan apa yang pernah Anda tulis pada saat psikotes saja. Ini merupakan salah satu bahan yang akan digali lebih dalam oleh pewawancara pada saat wawancara nanti. Adapun kesuksesan dan kegagalan tersebut memuat: judul, tanggal dan waktu kejadian, rincian kejadian, yang Anda pikirkan/rasakan pada saat itu, dan hasil.
Sepengetahuan saya, bagi yang fresh graduate juga akan banyak ditanya mengenai aktivitas di kampus, sedangkan yang sudah memiliki pengalaman bekerja akan ditanya seputar pekerjaan masing-masing. Selain itu adalah pertanyaan pada umumnya, di antaranya tentang motivasi diri, prestasi yang pernah diraih, kepemimpinan, kesuksesan dan kegagalan, cara mengatasi konflik, dan lain-lain.
Saran saya, kuasai diri dengan baik, tetap rileks dan berikan senyuman ramah, jangan lupakan kontak mata dan gesture ketika diwawancarai. Di akhir wawancara, Anda akan disodorkan sebuah blanko pernyataan siap ditempatkan di seluruh Indonesia, ditandatangani dan diberi meterai. Proses wawancara berlangsung sekitar 45 menit.
Sampai di sini, selesai sudah tahapan tes Kemenkeu dan Anda tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Anda telah berusaha pada tiap tahapan tes, jangan lupa untuk selalu memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, minta doa orang tua, banyak berbuat baik dan bersedekahlah. Apapun hasil yang akan keluar nanti, terimalah dengan ikhlas. Bagi yang lulus, selamat bergabung bersama membangun bangsa dan semoga sukses menjadi abdi negara yang baik. Bagi yang tidak lulus, jangan berkecil hati, masih ada kesempatan di lain waktu, atau ada yang lebih baik di luar sana, karena rezeki bisa datang dari mana saja. Ingat, sukses itu ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Good Luck!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia Versi Saya

Jangan Dicekik.. Jangan Dicekik....