Film Di-copy, Tapi Tidak Ditonton

Mohon maaf kalau tulisanku kurang bagus. Sudah hampir tiga tahun aku tidak menulis. Lama sekali. Aku hanya sering melihat-lihat tulisan orang, namun selalu tidak pernah meluangkan waktu untuk menulis sebentar. Sekarang aku coba untuk menulis kembali, di sela-sela waktu senggang di kantor. 

Tadi aku baru saja disuruh meminta file ke ruangan lain. Di sana bertemu dengan Ibu Linda. Saat ngobrol, ia langsung tahu daerah asalku. "Dari Padang ya, Mas?" katanya. "Ya, Buk," jawabku. Ternyata logatku masih belum berubah. Namun bukan tentang logat atau daerah asalku yang ingin aku ceritakan, tapi tentang film.

Saat aku menulis tulisan ini, aku sambil mengotak-atik komputer yang ada di depanku. Pikiranku tertuju pada file apa saja yang bermanfaat untuk dilihat dan dipelajari. Mulai dari aplikasi untuk memisahkan lembar demi lembar file pdf, materi tentang Kekayaan Negara, berbagai jenis film, dan lain-lain. Pokoknya yang memiliki banyak manfaat bagi diri sendiri dan syukur-syukur bisa di-share ke orang lain.
Ketemu Folder Movies di Komputer Ini :)


Hobiku mengoleksi film ternyata tidak seimbang dengan hobiku untuk menontonnya. Begitu banyak film di laptop atau hardisk eksternal yang belum kutonton. Tak heran jika film yang dirilis 5 atau 10 tahun lalu baru bisa kutonton sekarang. Aku masih ingat waktu tahun 2013 lalu. Saat itu, aku meng-copy seluruh film yang ada di hardisknya Mas Afan, temanku saat di Lampung. Ukurannya hampir mencapai 400 GB, cukup banyak sehingga hampir menghabiskan hardisk internal laptopku. Jenis filmnya beraneka ragam, ada film Indonesia, Barat, India, bahkan kartun. Namun sampai saat ini, belum semua film tersebut kutonton, mungkin hanya baru 20 persen sahaja.

Sekarang koleksi filmku bertambah banyak. Tiap berpindah ruangan dan terdapat komputer untuk aku, aku cek file yang ada di dalamnya, termasuk film. Ada kesenangan tersendiri saat mendapatkan berbagai film tersebut, walaupun entah kapan ditonton. Yang penting aku sudah memilikinya :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Panjang Menembus Lapangan Banteng

Bahagia Versi Saya

Jangan Dicekik.. Jangan Dicekik....